Budaya Saat Idul Fitri yang Keliru

Foto: Illustrasi

Suaramahasiswa.info, Unisba – Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, rahmat serta ampunan. Di Bulan Ramadan semua umat Islam wajib melaksanakan ibadah puasa yang artinya sama dengan imsak yaitu menahan. Jika telah melaksanakan puasa sebulan penuh, umat Islam akan merayakan Idul Fitri. Namun tahukah kamu? Ada beberapa kekeliruan yang sering terjadi ditengah-tengah masyarakat menjelang Idul Fitri. Seperti halnya ucapan Idul Fitri yang telah menjadi kebiasaan.

Ternyata Idul Fitri sendiri bukan hari raya atau pun kemenangan melainkan hari makan besar. Saat ditanyakan kepada  Sekretaris Umum Yayasan Unisba, Irfan Safrudin yang menjelaskan bahwa Idul Fitri ialah hari di mana semua umat Islam berbuka. Bahkan di hari tersebut umat Islam tidak diperbolehkan untuk berpuasa. “Jadi Id itu hari dan Fitri itu berbuka, artinya Idul Fitri ialah hari berbuka. Sedangkan suci itu Fitroh bukan Fitri,” jelas Irfan saat ditemui diruangnya pada Kamis (8/6).

Saat Idul Fitri tiba, kamu pasti sering mendengar banyak orang yang mengucapkan ‘Minal Aidin Wal Faidzin’ dan diikuti dengan kalimat ‘Mohon maaf lahir dan batin’. Atau mungkin kamu juga pernah mengucapkan kalimat tersebut. Jika kamu tahu, ternyata dua kalimat tersebut keliru, mungkin kamu mengira bahwa kalimat selanjutnya adalah arti dari kalimat sebelumnya.

Kebiasaan tersebut mungkin terjadi  karena ketidaktahuan akan arti yang sesungguhnya, sehingga masyarakat mengira bahwa seakan-akan dua kalimat tersebut sama artinya. Irfan menjelaskan bahwa kalimat tersebut adalah dua kalimat yang berbeda. “Minal aidin wal faizin itu artinya dari kesucian kembali kepada kesucian, bukan mohon maaf lahir dan batin. Mungkin karena bahasa arab jadi tidak mengerti, sehingga dikiranya itu adalah arti yang sebenarnya,” tuturnya.

Namun jika kamu tetap ingin mengucapkan kalimat ‘Mohon maaf lahir dan batin’ saat Idul Fitri hal itu di perbolehkan. Menurut Irfan jika perkataan itu baik dan mempererat tali silaturahmi, serta berdampak kepada hubungan yang baik tidak menjadi masalah. Namun lebih baik dibarengi dengan kalimat ‘Taqobbalallahu minna wa minkum’.

Dalam hadis pun dikatakan, kalimat yang diucapkan oleh kalangan para sahabat Rasul saat Idul Fitri ialah ‘Taqobbalallahu minna wa minkum’ yang artinya semoga Allah menerima amalanku dan amalan kalian. Karena esensi dalam islam itu saling mendoakan sesama umat Islam, jadi pengucapan kalimat ‘Minal aidin wal faizin’ itu keliru.

Kebiasaan lain yang sering dilakukan saat Idul Fitri ialah memakai pakaian baru. Kamu pun pasti tak ketinggalan untuk membeli baju baru. Dan hal itu diperbolehkan, karena pada zaman nabi juga di contohkan memakai pakaian bagus saat Idul Fitri. Menurut Irfan hal tersebut tidak menjadi masalah karena itu adalah suatu adat yang mencerminkan kebahagian umat Islam saat Idul Fitri. “Yang tidak diperbolehkan itu ialah ria dan berlebihan,” pungkasnya.

Nah, sekarang kamu sudah tahukan ucapan seperti apa yang sesuai dengan hadis untuk diucapkan saat Idul Fitri nanti. Sehingga saat kamu bersilaturahmi nanti dengan keluarga, kerabat, sodara ataupun teman tidak ada lagi kekeliruan saat mengucapkan selamat Idul Fitri. (Gina Fatwati/SM).