Berprestasi Meski Tanpa Wadah

Muhammad Fikrian Rais (kiri) meraih medali perunggu dan Marini Ghassani (kanan) mendapat medali emas di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat. (Foto dokumentasi pribadi)

Mahasiswa dan organisasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Organisasi yang ada di kampus adalah wadah menampung minat dan bakat mahasiswa. Misalnya ikut organisasi di bidang olahraga, kesenian, keagamaan, dll.

Dari keikutsertaannya dalam organisasi, setidaknya mahasiswa dapat menambah nilai plus. Lantaran mahasiswa dapat mengukir prestasi di luar kegiatan akademiknya. Namun mampukah mahasiswa berprestasi walau tidak memiliki wadah di kampusnya?

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) 2014, Marini Ghassani dan mahasiswa Fakultas Hukum 2017, Muhammad Fikrian Rais adalah bukti dari segelintir mahasiswa yang mengukir prestasi di luar akademiknya. Mereka berhasil meraih masing-masing medali emas dan perunggu dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat cabang olahraga cricket format super 8 sebagai kontingen dari Bandung.

Marini yang sangat meminati bidang olahraga, sedari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga tingkat perguruan tinggi menggeluti olahraga softball. Ketika di Unisba ia bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Softball.

Keikutsertaan Marini di olahraga cricket masih terbilang baru. Partisipasinya di Porda karena ajakan rekan di organisasi softball. “Awalnya diajak ikut cabang softball tapi enggak masuk, jadi ikutnya cricket. Softball dan cricket enggak jauh beda, cuman beda format,” ungkapnya, Senin (15/10) via telepon.

Senada dengan Marini, Fikrian pun aktif di UKM Futsal. Fikrian kurang lebih sudah satu tahun menggeluti olahraga cricket karena ajakan sang kakak. “Bisa ikut lomba cricket itu diajak sama kakak karena dia main. Yaudah memanfaatkan kesempatan, saya pun ikut Porda.”

Dilansir dari sportranger.com, cabang olahraga ini tidak begitu terkenal, hanya di beberapa negara saja berkembang besar seperti di Inggris, India, dan Pakistan. Di Indonesia, olahraga cricket sudah ada sejak tahun 1880-an yang sekarang dikenal dengan Persatuan Cricket Indonesia (PCI).

Permainan cricket serupa tetapi tidak sama dengan olahraga kastil. Permainan ini menggunakan pemukul (bat) dan bola dengan tujuan mencetak lebih banyak run (angka) dibanding tim lawan. Dalam satu tim, terdiri dari 11 pemain dengan lama bermain tidak terbatas, namun menggunakan over (perpindahan).

Mekipun cabang olahraga cricket belum ada di Unisba, mereka tetap mampu mengukir prestasi. Mungkin setelah pembuktian Marini dan Fikrian, bisa terbentuk organisasi olahraga cricket yang mewadahi bakat mahasiswa. Dan tidak lupa, bisa mengharumkan nama kampus. (Gina Santia/SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *