Begpackers, Mengemis Demi Melancong

Foto: Net.

Liburan, hal pertama apa yang terlintas dibenak Anda ketika mendengar kata tersebut? Bangun siang? bermalas-malasan? Pantai? Atau menghabiskan uang? Apapun alasannya terkadang liburan selalu menjadi alternatif untuk menghilangkan rasa stress dari rutinitas keseharian Anda.

Berlibur tidak harus selalu merogoh kocek hingga kebobolan. Beberapa tahun belakangan ini fenomena backpackers tengah ngetrend, nah bagi Anda yang mempunyai budget rendah namun tetap ingin berlibur backpackers merupakan hal yang pas.

Fenomena ini telah mewabah keberbagai penjuru negara, utamanya negara-negara di Asia seperti Indonesia, Thailand, Malaysia dan Singapura. Para backpackers asal Benua Eropa dan Amerika ini biasanya selalu mengujungi negara-negara yang memiliki tempat unik serta menarik.  Salah satu negara yang sering dikunjungi wisatawan asing ialah Thailand.

Seperti yang di kutip dari New York post, di Negara Thailand sekitar daerah Bangkok, Pattaya, Phuket, Samui, dan Chiang, banyak ‘begpackers’ yang melakukan perjalanan di negara gajah putih tersebut. Begpackers ialah orang-orang yang bepergian ala backpacker tetapi dengan anggaran pengemis, meminta sumbangan, barang gratis, dan pemberian dari penduduk setempat atau sesama pelancong saat mereka pergi.

Dikutip dari  KompasTravel, Pada 2013 Pacific Asia Travel Association (PATA) mengeluarkan data lewat laporan “Asia Pacific Visitor Arrival Forecasts 2014-2018“, Thailand menerima kunjungan wisatawan mancanegara  sebanyak 26,5 juta orang. Tahun lalu, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Kobkam Wattanavrangkul disela-sela acara  penyelenggaraan Asean Tourism Forum 2017 di Singapura, mengungkapkan 32,58 juta wisatawan asing datang  ke Thailand.

Banyaknya turis yang mengunjungi Thailand membuat negara itu menjadi sedikit was-was, pasalnya pada saat ini di Thailand sedang meluapnya begpackers. Pengemis asing ini melakukan aksi meminta-minta dari satu pintu ke pintu masyarakat lain, mereka melalukannya untuk dapat kembali ke negara mereka masing-masing. Selain meminta sumbangan ke rumah masyarakat di sana, mereka juga mengemis dengan cara mengamen dan juga menjual foto yang telah mereka potret selama traveling.

Di hubungi melalui akun twitter @Imsolotraveler, ia mengungkapakan banyak turis asing yang merasa sulit bertahan di Thailand. Karena tak memiliki bekal uang yang tidak memadai, banyak dari mereka yang bunuh diri, melompat dari gedung dan beberapa di antaranya terlibah bisnis ilegal.

Selain itu, aksi ini juga mereka lakukan di dunia maya. Menurutnya banyak para begpackers yang menggunakan crowd-funding, mereka didanai oleh kickstarter yang merupakan perusahaan pendanaan terbesar di dunia.  Demi menarik simpati para netizen, begpackers ini membuat sebuah video profile tentang diri mereka serta menyantumkan Negara mana saja yang ingin mereka kunjungi.

Maraknya fenomena ini membuat petugas imigrasi Thailand melakukan sebuah kebijakan, memeriksa sejumlah pos perbatasan di Thailand untuk memeriksa orang-orang yang akan memasuki negara tersebut.  Orang-orang dipinta untuk menunjukan visa turis mereka, ini menjadi prosedur baru di Thailand. Menurut laporan, turis yang memasuki Thailand akan diminta pejabat imigrasi, apa mereka memiliki uang tunai 20.000 baht ($748) atau tidak, hal ini dilakukan untukn menghindari turis asli yang bekerja secara illegal di Thailand. (Intan/SM)