4 Hal yang Pernah Dirasakan K-Drama Lovers

Foto ilustrasi

Suaramahasiswa.info, Unisba – Di zaman modern ini, siapa sih yang enggak kenal dengan drakor atau drama korea? seperti Decendants of The Sun, Goblin atau Uncontrollably Fond yang pernah digemari masyarakat Indonesia. Penampilan dari tiap pasangan dalam drama korea pasti selalu bikin kamu baper alias bawa perasaan, minimalnya bikin kamu senyum-senyum sendiri deh.

Terkenal dengan kisah romansanya yang ciamik, penampilan rupawan khas aktor dan aktris drama korea pun mampu memikat perhatian masyarakat khususnya remaja wanita. Enggak melulu tentang percintaan, macam-macam genre pun mereka tawarkan. Enggak heran jika drama korea mempunyai banyak penonton setia.

Saking asyik nonton drakor, mereka biasanya nonton marathon dan menghabiskan belasan atau puluhan episode hanya dalam hitungan hari atau bahkan satu malam. Beberapa diantara kalian pencinta drama korea pasti pernah mengalami hal-hal di bawah ini, seperti;

  1. Hopeless Romantic

Drama korea dengan genre komedi romantis selalu menjadi favorit dikalangan remaja wanita. Bahkan sampai menjadikan tokoh tersebut sebagai tipe calon pacar  idamannya. Hmm, soalnya hal ini juga pernah dialami oleh salah satu mahasiswa jurusan Manajemen angkatan 2016, Kania Dewi.

Saking bapernya sama drakor, doi suka lupa dan nggak bisa bedain drama korea dengan realita. “Kadang ada cowok yang deketin juga akunya nggak mau, pengennya kaya yang di drama korea gitu,” ungkapnya.

2. Akademik menurun

Nonton k-drama emang selalu bikin para penikmatnya ketagihan. Namun, kita juga harus memperhatikan kewajiban sebagai mahasiswa salah satunya menjaga IPK dalam akademik. Salah satu pencinta k-drama Puni Pinasih mahasiswa Fakultas Psikologi sempat merasa terganggu dengan akademiknya. “Waktu itu kebetulan akademiknya sempet keganggu karena terlalu ngikutin, kaya gak mau berhenti. Sekarang-sekarang jadi dikurangin, untuk UTS dan UAS itu stop dulu nonton drama koreanya,” jelasnya.

3. Lupa waktu

Drama korea selalu dibuat dalam berbagai jumlah episode, di setiap episodenya drama korea selalu mengundang rasa penasaran. Seperti Novianti mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi yang rela begadang demi melawan rasa penasarannya, “kalau nonton drama korea dan itu rame bisa ngebut seharian sampe malem bahkan sampai subuh,” jelas mahasiswa angkatan 2015 itu.

4. Bikin ketergantungan

Mengikuti jalan cerita drama korea memang selalu mendapatkan kenikmatan tersendiri bagi K-drama lovers. Tak heran jika nggak nonton drama korea sebagian penikmatnya merasa hampa. Salah satunya Sofi Khoirunnisa mahasiswa Fakultas Hukum yang tidak mau ketinggalan satu episode pun dalam sehari, “Nggak bisa kalau nggak nonton drama korea, udah kaya kebutuhan aja sih, dalam sehari itu harus nonton drama,” cerita mahasiswa angkata 2016 itu.

Kalau kata dosen dari Fakultas Psikologi, Dinda Dwarawati, sih drakor itu hanyalah imajinasi, sekalipun ada yang diangkat dari kisah nyatanya. Mereka akan baper atau yang disebut internalisasi di dalam alur cerita drama korea, parahnya lagi hal itu bisa menumbuhkan rasa benci terhadap pemeran antagonis pada drakor menjadi sangat nyata, bahkan saat aktor atau aktris itu tidak memainkan perannya. Intinya sih, kita nggak boleh menyukai sesuatu secara berlebihan. Sekedar hiburan atau refreshing sih boleh-boleh aja.

Gimana guys? Mempunyai ketertarikan dengan drama korea memang menyenangkan bagi yang menyukainya. Tapi, ada baiknya jika kalian tahu waktu juga kewajiban dan tugas kita sebagai mahasiswa. (Regita/SM)